BATERAI DARI NUTRISARI
Juni 10, 2008
Berawal dari ide bahwa larutan elektrolit bisa menghasilkan arus listrik jika dicelupkan logam tembaga dan seng sebagai kutub positif dan negatifnya, maka timbullah keinginan saya untuk bereksperimen secara kecil–kecilan. Sebagai informasi saya termasuk penggemar minuman instant seperti NutriSari dengan rasa jeruknya tersebut. Mengapa saya berani bereksperimen membuat baterai dari NutriSari karena setelah saya baca komposisinya terdapat kandungan pengatur keasaman jadi jika saya tambahkan air tentulah ia akan menjadi larutan yang bersifat asam.
Lalu langkah selanjutnya saya mencari logam tembaga dan seng yang akan saya jadikan kutub positif dan negatif. Pucuk dicinta ulam tiba ternyata di rumah masih ada sisa logam seng yang tidak terpakai maka segera saya potong untuk saya jadikan kutub negatif. Selanjutnya saya tinggal mencari tembaga untuk saya jadikan kutub positif. Untuk kabel tembaga saya sengaja beli kabel jenis NYA dengan diameter 2,5 mm2 (kalau tidak ada bisa kabel jenis NYM) di toko besi sepanjang 1 meter lalu saya potong kecil-kecil, setelah itu pada bagian ujungnya saya kupas sedikit supaya logam tembaganya bisa tercelup ke larutan asam yang sudah saya buat dari NutriSari.
Langkah terakhir saya tinggal beli kabel serabut dan jepit buaya di toko elektronik yang akan saya jadikan sebagai penghantar. Oh ya tak ketinggalan saya juga beli LED untuk saya jadikan sebagai beban apabila baterai NutriSari sudah bisa mengalirkan arus listrik.
Percobaan pertama, setelah larutan asam jadi saya masukkan seng dan tembaga ke dalam larutan tersebut. Karena saya merasa tidak yakin apakah eksperimen saya berhasil, maka saya coba mengukurnya dengan voltmeter apakah di antara dua kutubnya bisa menghasilkan beda potensial. Walhasil eksperimen saya berhasil walau dalam enam gelas larutan NutriSari hanya menghasilkan beda potensial sekitar 4,3 Volt. Dan kalau diukur dengan amperemeter menghasilkan arus sekitar 0,22 mA. Semula saya membuat larutan Nutrisari dengan air mentah dari PAM ternyata tidak mampu menyalakan LED. Tapi saya tidak kenal menyerah saya buat lagi enam gelas berikutnya dengan larutan yang sama tapi dengan air hangat yang sudah direbus dan ternyata bisa menyalakan LED saya tidak tahu kenapa. Mungkin di dalam larutan Nutrisari dari air PAM masih terlalu banyak kaporitnya sehingga larutan kurang begitu asam.
Namun saya belum menyelidiki sampai berapa lama LED akan tetap menyala dengan sumber tegangan enam gelas NutriSari tersebut. Apakah Anda tertarik bereksperimen seperti saya ? Silakan coba dengan larutan asam yang lain seperti asam sulfat atau asam khlorida atau asam-asam yang lain. Eeee … siapa tahu larutan dari asam Jawa juga bisa jadi baterai he he he ………
Entry Filed under: Listrik. .
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed












1.
mamat | Juni 13, 2008 at 2:53 pm
Ternyata asem tidak cuma kecut yang bikin orang wedi. Wah.. tahu gitu tadi malem tasuruh nyalain lampu asem di rumahku. Lumayan kan untuk mensiasati giliran pemadanan. Kita kan sedang krisis energi.
2.
bubud75 | Juni 13, 2008 at 3:02 pm
Wah, kalau buat penerangan kayaknya gak cukup Bang Mamat. Karena nyala LED-nya sangat lemah. Mungkin terpengaruh oleh kadar asamnya kuat atau tidak.
3.
Donie | Maret 18, 2009 at 4:39 pm
Halo Agung, salam kenal, wah ternyata kamu juga suka bereksperimen juga ya? Aku juga suka eksperimen kecil-kecilan lho, habisnya aku seneng banget ama Kimia dan elektronika. Aku jadi pengen masuk jurusan Teknik Elektro besok pas kuliah…..
Larutan elektrolit memang dapat menghantarkan arus listrik. Kalau pake HCl (asam klorida) atau asam sulfat, pasti nyala lampunya bakal terang banget. Dua bahan itu kan tergolong asam kuat, yang mudah terionisasi. Larutan HCl di dalam air mengurai menjadi kation (H+) dan anion (Cl-). Terjadinya hantaran listrik pada larutan HCl disebabkan ion H+ menangkap elektron pada katoda dengan membebaskan gas Hidrogen. Sedangkan ion-ion Cl- melepaskan elektron pada anoda dengan menghasilkan gas klorin.
Makin asam atau makin basa suatu larutan, kan emang makin bisa menghantarkan arus listrik. Betul kan? Jadi misalnya, kamu pakai jeruk nipis atau pakai buah alam lainnya atau minuman pengganti ion tubuh yang PH-nya rendah atau asam, pasti juga akan sama hasilnya ya?.
Terus waktu kamu pakai air PAM aja kenapa nggak bisa menghantarkan arus listrik, aku setuju dengan kesimpulanmu, itu kayaknya gara-gara air yang kamu pakai tingkat kesadahannya tinggi atau mungkin banyak klorinnya…..
Okey…koment dari aku sampai sekian dulu yaa…..sayangnya aku belum bikin blog nih, ntar kalau aku udah bikin blog, aku kasih tahu juga hasil eksperimen aku….. siapa tahu kita bisa berbagi informasi seputar iptek….kan kita calon peneliti di masa yang akan datang…hahahahaha…….sukses terus ya Gung…. Terus bereksperimen!!!!!
Salam,
Donie
4.
HendY | Juni 18, 2009 at 8:28 pm
Wah keren tuh…
kebetulan saya sedang mencari ide ubtuk menghasilkan energy alternatif untuk menghasilkan tegangan listrik…
Thanks bwt Idenya…
5.
rena | Juni 24, 2009 at 5:25 pm
aku suka banget sama iklan Nutri Sari YANG FRUT N’ VAG, temanya bagus, model yang cowok nya juga ganteng, (bisa aja milihnya),sampe2 setiap ada iklan yang itu aku pasti gak’ mau ganti chanel sampe iklannya abis, oh ya….. nanti iklan selanjutnya pake model iklan yang cowok itu lagi ya, trus aku juga jadi tertarik minum Nutri Sari frut n’ vag