Berfikir dan Bertindak Objectif


Ketika kita diminta untuk menilai sesuatu atau mengomentari sesuatu sebaiknya lebih berhati-hati. Karena apa ? Berfikir dan Bertindak Objectif sangat kita perlukan. Kalau bertindak subjectif kadang masih tercampur oleh perasaan suka dan tidak suka. Jadi sebaiknya kita bersifat netral. Katakan saja apa adanya apa yang kita lihat atau apa yang kita rasakan. Seperti ketika ada orang diminta untuk mendeskripsikan seekor gajah. Katakan saja apa adanya. Kalau gajah itu punya telinga lebar, punya gading dan berbandan besar. Seperti juga jika kita diminta untuk mendeskripsikan seekor harimau. Harimau itu punya taring, besarnya proporsional, kulitnya ada yang loreng, ada yang tutul-tutul, ada juga yang hitam (seekor panther). Makanya dalam postingan ini saya juga akan lebih berhati-hati karena wahana blog di internet sudah menyentuh pada ranah publik bukan ranah privat lagi.


2 Tanggapan to “Berfikir dan Bertindak Objectif”

  • Asop

    Objectif?
    Bahasa indonesia bukan, inggris juga bukan…. :(

  • bubud75

    Wah ternyata Bang Asop teliti juga ya ??? Makasih Bang atas kritikannya. Kembali ke bahasan utama, kata “objective” kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia kok artinya “tujuan” ya ??? (saya pakai google translate. Lalu bagaimana saya harus menulis ??? Apakah harus saya tulis “obyektif” seperti ini ????

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.