Posts filed under 'Energi'

MENYIKAPI KENAIKAN HARGA BBM

Keputusan pemerintah untuk tetap menaikkan harga BBM bersubsidi yaitu premium, solar, dan minyak tanah nampaknya merupakan harga mati. Keputusan tersebut akan berlaku pada hari Sabtu dini hari pukul 00.00 WIB tanggal 24 Mei 2008. Adapun perubahan harga yang terjadi adalah untuk premium harga per liternya menjadi Rp. 6000,00, solar Rp. 5500,00, dan minyak tanah Rp. 2500,00. Seperti kita ketahui kenaikan harga BBM selalu memicu polemik dan menimbulkan pro dan kontra. Dalam tulisan ini saya tidak hendak mengkritisi adanya kenaikan harga BBM, tetapi saya akan lebih menfokuskan pada pentingnya kita mencari alternatif lain selain BBM.
Harga BBM naik merupakan alternatif terakhir yang ditempuh oleh pemerintah ketika APBN sudah mulai tidak stabil atau cenderung defisit dan nampaknya ini adalah keputusan klise yang selalu diambil pemerintah sebagai solusi. Nah, berangkat dari konteks tersebut kita sebagai warga negara berarti sudah tidak asing lagi jika mendengar kabar bahwa harga BBM akan dinaikkan. Responnya pun bermacam-macam ada yang menolak, menerima dengan terpaksa, menerima dengan tulus, atau bahkan cuek tidak peduli.
Menurut pendapat saya, kenaikan harga BBM memang perlu disikapi. Namun dalam hal yang masih proporsional, selama kenaikan itu masih bisa ditolerir dan realistis kenapa tidak. Yang perlu kita lakukan adalah penyesuaian anggaran pendapatan dan belanja kita supaya kita tidak menjadi defisit dengan adanya kenaikan harga BBM. Dalam masyarakat modern ketergantungan akan energi fosil khususnya minyak memang sangat tinggi untuk itu kita perlu belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Intinya adalah kita mulai sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan akan sumber energi dari minyak. Kita harus mulai menggunakan sumber energi alternatif walau pada awalnya energi tersebut tidak populer.
Penggunaan bioenergi atau BBN yang sudah dilontarkan oleh pemerintah juga nampaknya baru berjalan setengah-setengah. Jika penggunaan BBN dapat menggantikan peran dari BBM tentu setiap ada kenaikan harga BBM tidak akan memicu pro dan kontra, karena masyarakat kita sudah terbiasa dengan diversifikasi sumber energi. Yang menjadi masalah adalah masyarakat akan selalu memilih sumber energi yang secara prinsip ekonomi adalah yang paling murah. Ketika BBN dipandang secara ekonomi masih mahal tentu masyarakat akan memilih BBM. Atau ditinjau dari soal pendistribusian yang masih sulit tentu masyarakat akan memilih pendistribusian yang paling mudah dijangkau.
Selain penggunaan BBN sebenarnya masih ada sumber energi yang sangat melimpah di negara kita yang terletak di tengah garis khatulistiwa ini yaitu energi matahari. Pemanfaatan sumber energi matahari nampaknya belum populer di negara kita, sebagai contoh kita jarang menemui tiap-tiap rumah terpasang solar sel atau heater untuk memanaskan air. Dikatakan kurang populer mungkin karena harganya relatif masih mahal dengan energi listrik jika kita membeli dari PLN. Saya optimis jika kelak harga BBM sudah tidak terjangkau lagi pasti perhatian masyarakat akan melirik ke sumber energi ini. Sebagai penghujung tulisan saya hanya ingin mengatakan pentingnya kita melakukan diversifikasi sumber energi. Sehingga jika cadangan sumber energi dari BBM sudah menipis kita tidak akan bingung karena kita sudah terbiasa melakukan diversifikasi sumber energi.

2 comments Mei 24, 2008

HEMAT ENERGI DEMI ANAK CUCU

hemat-energi.gif

Judul di atas saya rasa tepat untuk kita renungkan, di saat cadangan BBM bangsa kita sudah semakin menipis tidak ada salahnya kita berhemat demi generasi yang akan datang. Di sini saya akan fokus mengenai hemat energi di bidang kelistrikan, sebab sebagaimana kita ketahui pembangkit listrik kita sangat tergantung dengan kuota BBM dari Pertamina.

Saya bukan orang PLN, tetapi saya peduli akan budaya hemat energi. Sebab kita hidup di dunia ini hanya sementara nantinya akan dilanjutkan oleh generasi penerus kita. Jangan sampai generasi penerus kita hanya menerima ampasnya saja.

Sebagai ilustrasi di bawah ini akan saya paparkan mengenai dampak jika kita dapat berhemat listrik.

Sebagai contoh kasus :

Jika 1 kWh listrik ekivalen dengan 0,3 liter HSD

Dengan kasus setiap pelanggan tipe R di Indonesia bisa menghemat sekitar 14 kWh per bulannya maka akan di dapat penghematan energi sebesar 3.105.597 MWh per tahunnya (dengan asumsi jumlah pelanggan tipe R sebanyak 18.485.694)

Penghematan sebesar 3.105.597 MWh ekivalen dengan 931.679 kilo liter HSD dan ini akan ekivalen dengan nilai Rp. 4,7 trilliun jika diasumsikan harga per liter HSD sekitar Rp. 5000,-

Nilai sebesar Rp. 4,7 trilliun per tahun tentunya dapat dialokasikan untuk keperluan di bidang lain atau dapat digunakan untuk cadangan di tahun berikutnya.

2 comments Januari 21, 2008


 

November 2009
S S R K J S M
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Kategori

Halaman

Blogroll

Link

Arsip

Yang sedang Online

Komentar Terakhir

rena di BATERAI DARI NUTRISARI
HendY di BATERAI DARI NUTRISARI
agus di Perang Tarif Operator Sel…
agung budi santoso di About
onang di About

Blog Stats

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Site Meter

Blog’s Worth


My blog is worth $1,129.08.
How much is your blog worth?

StatCounter

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009